Analisis Kestabilan Lereng Tanah Terganggu Metode Janbu Ruas Trans Sulawesi Desa Tampemadoro Kabupaten Poso
Stability Analysis of Disturbed Soil Slopes Using the Janbu Method on the Trans-Sulawesi Road Section in Tampemadoro Village, Poso Regency
DOI:
https://doi.org/10.61179/jtsukrim.v3i2.867Keywords:
Lereng, stabilitas, metode Janbu, faktor keamananAbstract
Lereng adalah suatu bidang yang memiliki kemiringan tertentu dan berpotensi terjadi kelongsoran apabila berada dalam kondisi tidak stabil. Longsoran sering terjadi pada saat musim hujan karena air hujan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kuat geser tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik tanah dan cara menganalisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode Janbu yang terjadi terhadap faktor keamanan. Hasil pengujian karakteristik tanah, nilai berat jenis (Gs) 2,67, kadar air 11,5%, berat isi 2,65 g/cm3, kuat geser langsung 48,275 kg/cm2 dan kohesi 0,251 kg/cm2, nilai batas cair (LL) titik 1 adalah 37,48%, titik 2 adalah 29,19%, batas plastis titik 1 adalah 33,33%, titik 2 adalah 25%, nilai indeks plastis (IP) titik 1 adalah 4,143%, titik 2 adalah 4,186%, dan memiliki nilai 0,20% lolos saringan 200 di titik 1 dan 6,79% di titik 2. Berdasarkan sistem klasifikasi ASSHTO tanah ini berada pada kelompok A-1-a yaitu kelompok batu pecah, kerikil, dan pasir. Perhitungan metode Janbu didapat faktor keamanan sebesar 0,378, nilai ini menunjukkan tidak sesuai dengan faktor keamanan yang disyaratkan harus lebih besar dari 1,07 sehingga lereng alam pada jalan Trans Tampemadoro km 239+800, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kemungkinan bisa terjadi longsor, karena faktor keamanan yang diperoleh lebih kecil dari yang disyaratkan.

