Pengaruh Aktivitas Sadap Liar Terhadap Neraca Air Di Daerah Irigasi Sukun 2, Trimulyo, Kabupaten Sleman

Penulis

  • David Perdamaian Zega Universitas Kristen Immanuel
  • Agung Purwanto

DOI:

https://doi.org/10.61179/jtsukrim.v2i2.772

Kata Kunci:

Sadap liar, Neraca air, Daerah Irigasi dan Bendung Sukun 2

Abstrak

Bendung Sukun 2 terletak di Desa Trimulyo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hanya digunakan untuk mengairi sawah di Daerah Irigasi Sukun 2. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengambilan air secara liar terhadap neraca air di Daerah Irigasi Sukun 2 tersebut. Metode yang digunakan terdiri dari pengumpulan data primer yang terdiri dari pola tanam, luas sawah, jarak antar bangunan irigasi, jenis bangunan irigasi, dan kapasitas mesin sadap liar serta data sekunder yang terdiri dari data curah hujan, data evaporasi, peta Daerah Irigasi sukun 2 dan Peta Rupa Bumi Digital Indonesia (RBI). Kebutuhan air dihitung berdasarkan standar perencanaan irigasi (KP-01). Hasil analisis, mesin yang digunakan berkapasitas 16,67 lt/dt, Ketersediaan air paling melimpah pada bulan Maret 132,46 lt/dt, dan paling sedikit pada bulan Oktober yaitu 6,42 lt/dt. kebutuhan air tanpa sadap liar paling banyak pada bulan mei yakni 20,70 lt/dt dan paling sedikit terjadi pada bulan Oktober yakni 3,49 lt/dt. kebutuhan air paling banyak dengan adanya penyadapan liar pada bulan Mei yaitu 37,37 lt/dt dan paling sedikit di bulan Oktober 20,16 lt/dt.

Diterbitkan

09/01/2025 — Diperbaharui pada 12/15/2025

Terbitan

Bagian

Articles