JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA https://journal.ukrim.ac.id/index.php/jfki <p align="justify"><strong>Jurnal Farmasi</strong> dan Kesehatan Indonesia (JFKI) merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas Kristen Immanuel. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia (JFKI) memiliki fokus pada penelitian secara khusus di bidang Farmasi dan umumnya di bidang Kesehatan.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Farmasi</strong> dan Kesehatan Indonesia (JFKI) mengundang peneliti, pengajar dan praktisi di bidang farmasi dan kesehatan untuk menerbitkan karya penelitian dalam bentuk original research dan literature review dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Farmasi</strong> dan Kesehatan Indonesia (JFKI) terbit secara cetak dan online dengan frekuensi terbit 2 kali setahun serta dapat diakses oleh umum secara gratis.</p> Universitas Kristen Immanuel en-US JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA 2776-4818 PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK BATANG BAJAKAH KALALAWIT (UNCARIA GAMBIR ROB) https://journal.ukrim.ac.id/index.php/jfki/article/view/426 <p>Antioksidan adalah suatu substansi yang diperlukan oleh tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang dapat disebabkan oleh radikal bebas terhadap sel–sel normal, protein, lemak dan antioksidan mempunyai kemampuan mendonorkan elektron untuk menstabilkan radikal bebas. Antioksidan dapat diproduksi di dalam maupun luar tubuh. Hal ini menjadikan senyawa radikal lebih stabil. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kadar flavonoid dalam ekstrak etanol batang bajakah kalalawit dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi batang bajakah kalalawit. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksperimental. Batang bajakah kalalawit diekstraksimenggunakan etanol 96%, kemudian dipartisi menggunakan metode partisi cair- cair. Kadar flavonoid ditentukan menggunakan spektrofotometri UV-VIS pada panjang gelombang 435 nm. Uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS pada panjang gelombang 740 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid ekstrak etanol batang bajakah kalalawit adalah 11,054 mg QE/g. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dengan nilai IC<sub>50</sub> adalah 51,53 ppm yang tergolong kuat.</p> Imas Yudha Anggara Desy Ayu Irma Permatasari Danang Raharjo Copyright (c) 2026 JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA 2026-03-31 2026-03-31 6 1 1 14 ANALISIS KUALITAS HIDUP PENGGUNAAN TERAPI KOMBINASI INSULIN–OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL (OHO) PADA PASIEN PROGRAM RUJUK BALIK DM TIPE 2 MENGGUNAKAN INSTRUMEN DQOL DI RS BHAYANGKARA TK. III MANADO https://journal.ukrim.ac.id/index.php/jfki/article/view/432 <p><em>Diabetes melitus merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan atau resistensi insulin. Kualitas hidup adalah status kesehatan yang dinilai secara subyektif dari persepsi pasien/individu. DQoL berfungsi untuk mengukur kepuasan, dampak, dan kekhawatiran pada pasien DM tipe 2.Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkatan kualitas hidup pasien DM Tipe II yang menggunakan kombinasi Insulin-OHO di RS Bhayangkara TK.III Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup pasien diabetes melitus dengan pengambilan data yang dilakukan secara cross sectional karena dalam pengambilan data pada penelitian ini hanya satu kali. Sampel penelitian adalah pasien PRB DM yang menggunakan terapi kombinasi Insulin-OHO yang ada di Rs Bhayangkara Tk. III Manado. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien DM Tipe II di RS Bhayangkara Manado yang memiliki nilai kualitas hidup baik sebanyak 56% dan tingkat kualitas hidup rendah sebanyak 20%.</em></p> Mitra Wynne Timburas Febrindah Tambalean Valensia Manuel Copyright (c) 2026 JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA 2026-03-31 2026-03-31 6 1 15 23 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP BAKTERI Sthapylococcus epidermidis https://journal.ukrim.ac.id/index.php/jfki/article/view/476 <p>Infeksi mikroba merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan pada anak dan orang dewasa. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi yaitu <em>Sthapylococcus epidermidis</em>. <em>Staphylococcus epidermidis</em> adalah salah satu jenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi kulit contohnya jerawat. Daun mangga bacang merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa aktif yang dapat digunakan untuk pengobatan salah satunya sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang terhadap <em>Sthapylococcus epidermidis.</em></p> <p>Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan metode difusi sumuran. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak daun mangga bacang dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%, tahapan penelitian meliputi uji fitokimia serta uji aktivitas antibakteri. Data hasil dari penelitian ini kemudian dianalisis statistik dengan uji <em>one way</em> ANOVA.</p> <p>Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (<em>Mangifera foetida</em> L.) terhadap bakteri <em>Sthapylococcus epidermidis </em>dengan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80% terhadap kontrol pelarut DMSO 10%. Ekstrak etanol daun mangga bacang konsentrasi 20% mampu menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus epidermidis </em>sebesar 15,67 mm (kategori kuat), konsentrasi 40% mampu menghambat 18,20 mm (kategori kuat), konsentrasi 60% menghambat pertumbuhan sebesar 21,83 (kategori sangat kuat) dan konsentrasi 80% menghambat sebesar 26,00 (kategori sangat kuat) dan kontrol negatif tidak menghambat pertumbuhan bakteri. berdasarkan hasil uji <em>one way</em> ANOVA menunjukkan nilai signifikansi yaitu (p&lt;0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pada penggunaan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun mangga bacang dalam mengahambat pertumbuhan bakteri <em>Sthapylococcus epidermidis</em>.</p> Maria Herlina Klau Beta Ria Erika Marita Dellima Eni Kartika Sari Copyright (c) 2026 JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA 2026-03-31 2026-03-31 6 1 24 32 REVIEW ARTIKEL PENGARUH KONSELING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS https://journal.ukrim.ac.id/index.php/jfki/article/view/454 <p>Diabetes melitus merupakan penyakit dengan gangguan metabolik yang mempunyai karakteristik hiperglikemia, disebabkan oleh kelainan sekresi insulin dan kerja insulin. Diabetes melitus merupakan penyakit serius yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut yang mampu menyebabkan perilaku pasien menjadi tidak patuh dan cenderung putus ada dalam pengobatannya. Ada berbagai cara dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat yaitu dengan pemberian leaflet ke pasien , penggunaan aplikasi pengingat minum obat, memberikan layanan pesan dan telepon untuk mengingatkan waktu minum obat serta melakukan konseling kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode&nbsp; <em>Narrative Review</em> yang dilakukan dari bulan Juni&nbsp; hingga Juli 2023. Pencarian artikel dilakukan dengan <em>searching</em> pada Google Scholar menggunakan kata kunci “pengaruh konseling” dan “pengaruh konseling terhadap kepatuhan minum obat diabetes”. Berdasarkan sepuluh jurnal yang telah dianalisis dan diuraikan oleh penulis, sembilan jurnal menyatakan bahwa konseling berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus. Sedangkan satu jurnal menyatakan tidak ada pengaruh konseling terhadap kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus.</p> Zahro Al Maulidiyah Tiara Juliar Subakti Copyright (c) 2026 JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA 2026-03-31 2026-03-31 6 1 33 44 LITERATURE REVIEW PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI https://journal.ukrim.ac.id/index.php/jfki/article/view/452 <p>Hipertensi yaitu penyakit yang mematikan di dunia, yang menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Faktor kunci suatu kepatuhan pasien terhadap pengobatan ialah pemahaman tentang cara pengobatan. Oleh karena itu, maka diberikan intervensi konseling yang diberikan oleh apoteker. Apoteker dapat berperan secara aktif dalam penatalaksanaan terapi penyakit hipertensi melalui pelayanan, dengan melakukan <em>asse</em><em>ss</em><em>men</em><em>t</em>, menyusun rencana pengobatan, implementasi dan monitoring. Konseling merupakan salah satu tindakan tatalaksana terapi pasien hipertensi untuk mencapai tujuan terapi tersebut. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di Indonesia serta untuk menunjang pengobatan yang rasional. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur dengan menggunakan artikel penelitian sebelumnya. Hasil dari review menunjukkan bahwa adanya peingaruh konseling apoteker terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi menunjukan adanya perubahan pada pasien hipertensi dengan tercapanya target terapi yang diinginkan.</p> <p><em>Kata kunci: Konseling, Tingkat Kepatuhan</em><em>, </em><em>Hipertensi</em></p> Fithri Farchah Dewi Perwito Sari Fransiska Filiberti Claudia Nawung Vernanda Nurisma Putri Copyright (c) 2026 JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA 2026-03-31 2026-03-31 6 1 45 57